December 18th, 2011

Jilbab :)

Jilbab merupakan identitas bagi seorang muslimah. Bahkan sudah jelas bagaimana di Al Qur’an diterangkan dalam ayat-ayatnya. Tapi bukan berarti juga saya menganggap muslimah yang belum berjilbab sebagai orang yang terbeban dosa. Saya bukan Tuhan. Wallahua’lam, permasalahan dosa dan pahala hanya Allah yang mengetahui. Saya sendiri memakai jilbab sudah sejak SD(saya tahu tidak ada jaminan kalau sudah lama memakai jilbab itu artinya imannya lebih kuat), memang itu karena sekolah dasar saya adalah sekolah swasta. Masih ingat dalam masa itu mengenakan rok pendek, baju pendek, namun berjilbab. Nampaknya kaidah memakai jilbab belum dipahami secara komprehensif. Saat itu masih sering membuka jilbab ketika udara panas maupun berpergian. Haha maklum masih kecil dan ibu saya sendiri belum sepenuhnya/benar-benar berjilbab.

:)

Hingga memasuki masa SMP, saya juga masih ingat ketika saya merasa sedikit asing dengan “identitas” yang saya kenakan. Dalam satu kelas, hanya ada 1-2 orang yang memakai jilbab.

Ketika SMA saya merasa semakin merasa punya “teman” karena banyak yang memakai jilbab, alhamdulillah. Bahkan di SMA saya memang ROHIS-nya ada yang memakai cadar dan berjilbab besar. Saya rasa itu tidak perlu dipertanyakan “kok betah ya memakai jilbab selebar itu?”..”ih apa ga kepanasan ya?”. Jujur saya mengagumi prinsip mereka dalam “menjaga” identitas itu di dalam dirinya. Meski sampai sekarangpun saya tidak memakai jilbab besar dan bercadar. Saya tahu prinsip mereka kuat, sehingga apapun kata orang diluar sana, mereka tetap bertahan pada prinsip dan imannya. Subhanallah

Memasuki perguruan tinggi. Kebetulan saya kuliah di universitas negeri, UNS. Dalam masa kuliah ini saya merasa jilbab sudah menjadi “tren”. Dalam kurun waktu 4 tahun, alhamdulillah saya melihat sendiri banyak dari teman-teman saya bahkan juga teman-teman dekat akhirnya memakai jilbab. Ternyata “tren jilbab” makin berkembang hingga saat ini. Saya yakin akan ada pendapat “pro” dan “kontra” mengenai tren fashion dengan jilbab. Saya berpihak pada yang pro, ketika orang merasa berjilbab itu bukan kampungan, berjilbab itu bukan hanya trik menghindari kulit gosong terkena panas matahari, berjilbab itu bukan hanya milik murid/mahasiswa di sekolah swasta, berjilbab bukan hanya milik pesantren.

Sangat senang ketika mendengar wanita-wanita muslimah mau berpegang prinsip untuk mengenakan “identitas” muslimahnya. Sangat senang ketika melihat seorang wanita berjalan di tempat umum dan dia terlihat cantik dengan jilbabnya(bukan kecantikan yang mengumbar dan juga kecantikan yang mengundang syahwat). Sangat senang ketika saling melempar senyum kepada sesama muslimah(kita tau dia muslimah karena jilbabnya) dan merasa memiliki satu ikatan ukhuwah islamiyah. Subhanallah, kalau dimaknai secara mendalam, mengenakan jilbab itu sangat nyaman dan merasa “terjaga”

Asal, selama tren jilbab tadi tidak melanggar syari’at yang ada. Mengundang/menginspirasi orang untuk mau berjilbab itu tidak mudah. Saya mengacungkan jempol untuk inspirator-inspirator yang bisa mengajak para muslimah mengenakan jilbabnya. Memang kebaikan kan kadang harus dipaksakan awalnya. masalah memang pada awalnya belum memenuhi syari’at(wallahua’lam) saya berharap kita bisa sama-sama terus belajar dan memperbaiki diri(amin).

Sangat sedih dan prihatin ketika melihat yang berjilbab tapi masih pakai model setengah lengan,atau juga yang panjanganya cuma 3/4 dari lengan. Sangat sedih ketika melihat wanita berjilbab tapi rambutnya masih terlihat terurai kemana-mana. Sangat sedih ketika melihat wanita berjilbab tapi busananya terlihat sangat ketat dan membentuk tubuh :( 

Suatu saat saya “mengenal” dian pelangi dan hana tajima. Dua orang inspirator dan fashion designer yang benar-benar mengenalkan jilbab/ “hijab” di kalangan luas, terutama fashin bertaraf international. Saya rasa mereka memiliki misi yang sama, menjadikan pekerjaan mereka dan passion mereka menjadi ladang amal yang barokah. Mereka sendiri juga mengakui tidak mudah dan banyak tantangan, cemooh, pendapat sana sini yang kadang memojokkan. Tapi mereka tetap merasa melakukan syiar dalam bidangnya. Mereka tidak sedang meracuni generasi muda dalam hal yang buruk. Mereka bahkan mencoba untuk masuk ke kalangan muda, yang dulunya masih menganggap jilbab itu old style dan pokoknya itu ibu-ibu banget.

Hana Tajima

Hana Tajima (Fashion designer)

Dian Pelangi

Dian Pelangi (Fashion Designer)

Yah..saya sendiri tidak munafik kadang-kadang kepingin juga mencoba berbagai jenis tren jilbab itu sendiri. Tapi saya berpikir, ketika kita memang merasa tidak nyaman ya jangan dipaksakan. Saya sendiri sampai sekarang sangat berusaha dan akan terus berusaha menjaga jenis/cara berjilbab yang masih saya yakini berdasarkan syari’at, yakni *maaf* menutupi dada & memakai bahan/model yang menghindari terlihatnya lekuk tubuh.  Secara kodratnya, wanita itu senang akan keindahan. Saya sendiri sangat menyukai dan mengagumi seni. Wanita juga senang dipuji (diakui maupun tidak diakui ataupun malu-malu mengakui). Mungkin sudah selayaknya wanita terlihat indah dalam kacamata lain, kita tetap terlihat cantik dengan jilbab yang dikenakan, dan kecantikan itu sekali lagi bukan kecantikan yang “terlalu mengumbar”. Tetap jadi diri sendiri saja dan sewajarnya. Dan jangan sekali sekali berhenti untuk belajar serta memperbaiki diri. Siapa tahu hidayah dan juga petunjuk akan turut menyertai dan menjaga kita tetap ada pada jalan yang benar bahkan lebih baik.

:)

“wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang) (QS.Al Ahzab; 59)

 

“dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakka perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya hingga ke dadanya…..” (QS. Annur; 31)

 

So, don’t ever left your hijab :)

_tiara